Gelar Rembug Tani, Kabupaten Jombang Giatkan Genta Organik

Table of Contents
Issue Date

TIMESINDONESIA, JOMBANG – Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) terus menggaungkan penggunaan pupuk organik. Melalui Program Gerakan Tani Pro Organik (Genta Organik), Kementerian Pertanian terus mendorong petani untuk melakukan pemupukan berimbang, menggunakan pestisida nabati serta mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia/ anorganik.
BERITA TERKAIT

Follow Instagram TIMES Indonesia
Gelar Rembug Tani di Ponorogo, Polbangtan Malang Masifkan Genta Organik

Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo (SYL) menegaskan, salah satu cara memperbaiki kesuburan tanah adalah mengurangi penggunaan pupuk kimia dan meningkatkan penggunaan pupuk organik. Dengan demikian, produksi pertanian bisa ditingkatkan dan pencemaran lingkungan bisa ditekan.

Advertisement

Kabupaten Jombang merupakan satu dari tiga kabupaten yang menjadi tanggung jawab pelaksanaan program genta organik di bawah Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Keindan. Jumat (12/5/2023) di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Mojowarno digelar rembug tani.

Rembug-Tani-2.jpg

Rembug tani ini merupakan kegiatan lanjutan setelah sosialiasi. Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, KJF Penyuluh Pertanian Kabupaten Jombang, dan PPL Kecamatan Mojowarno. Terdapat 10 kelompok tani (poktan) di wilayah binaan BPP Mojowarno yang menjadi bagian dari kegiatan tersebut, antara lain Poktan Mojowangi, Poktan Sidoluwih, Poktan Jambangan, Poktan Klagen, Poktan Grobogan, Poktan Mojojejer, Poktan Gedangan, Poktan Pulorejo, Poktan Catakgayam 2, dan Poktan Gondek.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Much Rony, menyambut baik program genta organik. Dalam sambutannya Rony menyampaikan bahwa Kabupaten Jombang telah memulai langkah untuk mendorong petani memperbaiki kesuburan tanah sejak tahun 2008. Dinas Pertanian telah mencanangkan gerakan pengembalian kesuburan tanah (Gema Besutan). Dukungan juga datang dari Pemerintan Kbupaten Jombang melalui dana berkadang dengan sejak tahun 2021, dianggarkan untuk bokashi di 306 Desa.

“Program genta organik, sejalan dengan harapan Dinas Pertanian, untuk mengajak petani mengembalikan kesuburan tanah dan meningkatkan produksi ditengah ketergantungan terhadap pupuk kimia,” ujar Rony.

Secara terpisah, Kepala Badan BPPSDMP, Dedi Nursyamsi mengatakan, bahwa proses penyuburan tanah, peningkatan produktivitas dan produksi harus terus dilakukan.

“Genta Organik bukan berarti mengharamkan pupuk kimia. Jadi, di dalam Genta Organik untuk mengatasi pupuk mahal di dalamanya ada pupuk organik, pupuk hanyati, pembenah tanah dan pemupukan yang berimbang,” tegas Dedi.

Kegiatan rembug tani dilakukan untuk membangun pemahaman dan kesepakatan bersama peserta sekolah lapang. Dengan membangun komitmen bersama di sepuluh poktan diharapkan sekolah lapang (SL) akan berjalan sesuai dengan rencana. Materi yang akan disampaikan dalam pembelajaran sekolah lapang meliputi pembuatan pupuk rganik padat, pembuatan pupuk organik cair, pembuatan pupuk hayati dengan menggunakan mikroorganisme lokal (MOL), pembuatan pembenah tanah Biochar dengan memanfaatkan sekam padi dan pembuatan pestisida nabati.

Sebelum memasuki rembug tani diawali dengan pemaparan dan diskusi materi pembuatan pupuk organik dan praktik pembuatan asam amino. Pupuk bokashi sudah banyak dikenal oleh petani, namun tekad untuk menerapkan bokasi di lahan perlu mendapat dukungan dari berbagai pihak. Asam amino mulai dikenalkan kepada petani sebagai inovasi untuk meningkatkan hasil produksi dengan mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Categories